Petani Dempet Persiapkan Diri Sambut Musim Tanam

Dalam rangka menyambut musim tanam (MT ) I tahun 2019/2020 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dempet mengadakan penyuluhan pertanian (foto: DPP Kabupaten Demak)

Dempet- Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dempet mengadakan penyuluhan pendahuluan di 16 desa se-kecamatan Dempet untuk menyambut musim tanam (MT ) I tahun 2019/2020. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 16 September hingga 14 Oktober 2019. Penyuluhan melibatkan Pemerintah Kecamatan Dempet, Koramil Dempet, Pemerintah Desa setempat serta kelompok tani. Seluruh kelompok tani yang ada di masing-masing desa diundang untuk mengikuti penyuluhan yang digelar. Penyuluhan pendahuluan dilaksanakan dalam rangka menyambut aliran air yang rencananya akan digelontorkan pada tanggal 15 oktober 2019. Kegiatan ini juga bermaksud memberikan bekal kepada petani guna mempersiapkan budidayanya dengan cara yang baik.

Materi Penyuluhan disampaikan oleh tim BPP Dempet yang terdiri dari penyuluh pertanian (PPL) dan petugas pengamat OPT (POPT). Tim menyampaikan program-program pemerintah dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak yang ditujukan kepada petani seperti AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi), AUTS/K (Asuransi Usaha Ternak Sapi / kerbau) serta mulai diwajibkannya pembelian pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani pada MT I nanti.

Penyuluhan pertanian adalah suatu sistem pendidikan di luar sekolah yang dikhususkan pada kelompok tani untuk memberikan arahan dan dorongan kepada petani agar lebih peka, dapat menerima serta dapat menggunakan teknologi untuk menambah kesejahteraan mereka. Tujuannya adalah untuk menambah wawasan pertanian dan memberi solusi atas masalah-masalah yang sering terjadi di lapangan.

Petani Demak Harus Kreatif Dan Inovatif

Bupati Demak, HM. Natsir dalam acara penanaman padi perdana Masa Tanam I (MT I) di Desa Trimulyo Kecamatan Guntur mengatakan bahwa Petani Demak harus kreatif dan inovatif, Kamis (31/10/2019).

Menurutnya di era modern ini petani harus bisa beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi tepat guna. Hal tersebut dilakukan supaya hasil pertanian menjadi maksimal dan memiliki nilai jual lebih. Termasuk didalamnya adalah menggunakan teknologi digital untuk memasarkan hasil pertanian.

Beliau mencontohkan petani di Kecamatan Gajah yang sudah menjual produk pertanian lewat media daring. Ia pun berharap inovasi ini bisa diikuti oleh petani lain di Kabupaten Demak. “Petani di Gajah sudah memasarkan produknya, yakni beras Mlatiharjo via online. Dan ini terbukti mampu meningkatkan nilai jual”.

Add Comment