Demak Layak Anak, Target Raih Penghargaan KLA Tingkat Madya 2022

Rakor gugus tugas KLA Demak. https://www.demakkab.go.id/

DEMAK- Pembangunan di suatu daerah sejatinya bukan hanya terus bergerak pada agenda pembangunan fisik saja, tetapi juga perlu memperhatikan bidang pembangunan non fisik. Sebab ukuran keberhasilan dalam menjalankan pemerintahan seharusnya juga dilihat dari bagaimana agenda pembangunan non fisik dilakukan.

Orientasi kepemimpinan dalam menjalankan kebijakan perlu untuk diperhatikan dan saling berimbang antara kedua hal tersebut. Meskipun pembangunan non fisik seringkali kurang mendapatkan apresiasi publik, karena kecenderungan masyarakat melihat kinerja pemerintah dari pembangunan fisik yang terlihat dan dibangun di era kepemimpinan tertentu.

Namun demikian bagi para pembuat dan eksekutor kebijakan hendaknya tidak melulu berorientasi pada pembangunan fisik dan mengabaikan pembangunan non fisik.

Komitmen kepala daerah sebagai pemangku kebijakan untuk memberikan perhatian pada perubahan di sektor kehidupan masyarakat yang harmonis, layak, dan damai di masing-masing daerah perlu untuk diukur dan juga diperhatikan. Terlebih bagi perkembangan kehidupan masyarakat terutama anak-anak yang seringkali mendapatkan tindak kekerasan dan ancaman lainnya.

Isu mengenai berbagai persoalan seputar anak terus bergulir dan menyimpan keprihatinan tersendiri bagi banyak kalangan. Kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak, kekerasan fisik dan psikis, ataupun kurang amannya lingkungan bagi pertumbuhan kehidupan anak lainnya masih terus menjadi persoalan serius.

Perhatian dari pemerintah terhadap persoalan kelayakan wilayah bagi tumbuh kembang anak masih terus dinanti dan diupayakan. Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Demak menggelar rapat koordinasi dengan gugus tugas kabupaten layak anak. Rakor yang dipimpin langsung oleh Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, SE dilaksanakan pada Kamis (17/3/2022).

Bertempat di Gradhika Bina Praja Kabupaten Demak, turut hadir dalam rakor tersebut Wakil Bupati Demak KH. Ali Makhsun, M.Si, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Demak Singgih Setyono, M.Kes, para asisten sekda, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Kabupaten Demak.

Peserta dalam rakor tersebut adalah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam gugus tugas Kabupaten Layak Anak (KLA), Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Demak, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Demak, dan Forum Anak Kabupaten Demak.

Bupati dalam arahannya menegaskan dua hal penting yaitu mengenai peningkatan dalam hal koordinasi dan kerjasama antar lini untuk mencapai target yang diinginkan. “Hari ini kita harus sepakat dan yakin bahwa kita bisa naik tingkat dari Pratama ke Madya”.

Kabupaten Demak sendiri telah mendapatkan penghargaan dan predikat Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tingkat Pratama selama tiga tahun berturut-turut. Upaya untuk meningkatkan capaian yang lebih tinggi jelas ingin dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Demak setelah sebelumnya berhasil mendapatkan predikat yang sama secara berulang hingga tiga tahun berturut-turut.

Pesan kedua yang disampaikan Bupati Eisti agar semua pihak yang terkait memiliki peran dan tanggung jawab serta memiliki persepsi yang sama dan berkomitmen dalam memberikan data yang valid. “Lakukan koordinasi dengan masing-masing kluster”, tambah bupati.

Penyediaan data menjadi sangat penting dalam berbagai program terutama ketika digunakan untuk mengukur level suatu kebijakan. Kerjasama dari masing-masing bidang dalam institusi pemerintah harus dapat saling berkolaborasi positif untuk menunjang jalannya sebuah program.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Demak Drs. Eko Pringgolaksito, M.Si, menyampaikan bahwa rakor gugus tugas KLA bertujuan untuk mencapai peningkatan predikat peringkat KLA Kabupaten Demak dari yang sebelumnya mendapat predikat pratama harapannya dapat menjadi madya di tahun 2022. Sehingga untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan koordinasi yang lebih intensif dengan OPD dan instansi vertikal terkait. Nantinya juga dalam pengisian aplikasi evaluasi KLA tahun 2022 dapat dilakukan sesuai yang diharapkan.

Pentingnya capaian KLA yang lebih baik di tahun 2022 bagi Kabupaten Demak disertai dengan kesungguhan dalam menggelar rakor tersebut. Rakor tersebut juga menghadirkan narasumber yang kompeten dalam bidang tersebut yaitu Direktur Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata (YKKS) Semarang, Paulus Mudjirin. Selain menjabat sebagai Direktur YKSS Semarang, beliau juga merupakan fasilitator KLA Provinsi Jawa Tengah.

Menghadirkan daerah yang ramah dan aman terhadap anak menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya pembangunan non fisik di daerah. Perhatian yang seharusnya dilakukan oleh seluruh kepala daerah untuk memastikan tidak adanya ancaman bahaya terhadap anak-anak dalam bentuk apapun di semua tempat.

KLA sendiri bukan hanya sebatas indikator penilaian capaian yang diberikan kepada suatu daerah, tetapi juga agar semua pemimpin di daerah memberikan perhatian serius dan menjadikan daerahnya sebagai daerah yang layak anak.

 

Sumber: https://www.demakkab.go.id/news/rakor-gugus-tugas-kla-bupati-berharap-tahun-2022-raih-tingkat-madya

Add Comment