Pasar Krempyeng Berubah Menjadi Pusat Jajanan Berbuka Puasa di Demak

Suasana Pasar Krempyeng di bulan Ramadan./ DEMAKKAB.GO.ID

Demak- Keberkahan bulan Ramadan bukan hanya dalam kaitannya nilai ibadah ataupun hanya bagi kalangan umat muslim saja, tetapi sejatinya juga menjadi berkah bagi semuanya. Di bulan yang suci bagi umat Islam di seluruh dunia ini banyak sekali amalan-amalan yang nantinya dilipatgandakan nilai pahalanya. Di luar itu, bulan Ramadan juga memberi berkah bagi para pedagang, utamanya pedagang makanan.

Di Indonesia bulan Ramadan disambut dengan begitu semarak dengan beragam kegiatan dan kreativitas masyarakat. Secara tradisi dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan biasanya di daerah Jawa ada kegiatan bernilai budaya seperti Megengan, Nyadran, dan Padusan. Kegiatan-kegiatan tersebut terus dilestarikan sebagai bentuk budaya yang berkaitan erat dengan kegiatan keagamaan menjelang bulan Ramadan tiba.

Bulan Ramadan biasanya banyak bermunculan pusat jajanan kuliner untuk berbuka puasa, di pinggir-pinggir jalan atau lapangan terbuka sering ditemui yang menjajakan berbagai macam jenis menu berbuka puasa. Kehadiran tempat-tempat penjual makanan berbuka puasa secara dadakan jelas menunjukkan bahwa bulan Ramadan memang menjadi berkah dan daya tarik bagi geraknya perekonomian, baik dari pedagang kelas bawah hingga kelas atas.

Aktivitas konsumtif di bulan Ramadan begitu kuat terasa dilakukan oleh sebagian besar kalangan masyarakat Indonesia, bukan hanya pada keseharian untuk menu makanan berbuka puasa dan sahur, tetapi juga pakaian misalnya untuk nanti berlebaran.

Salah satu pusat kuliner berbuka puasa yang ada di Kabupaten Demak adalah Pasar Krempyeng yang berada di Jalan Bhayangkara. Pasar yang biasanya buka pada hari Minggu itu kini ramai setiap harinya menjelang waktu berbuka puasa. Justru kegiatan Pasar Krempyeng yang biasanya digelar pada hari MInggu malah menjadi sepi tidak ada kegiatan selama bulan Ramadan.

Keramaian yang tercipta atas aktivitas pembeli dan penjual makanan berbuka puasa di Pasar Krempyeng mulai terlihat sejak pukul 16.30 WIB. Para pedagang sudah terlihat menjajakan menu dagangannya bahkan sejak waktu ashar. Mayoritas para pembeli adalah kaum ibu-ibu dan para pekerja yang sudah pulang kerja secara silih berganti datang ke lapak penjual untuk membeli makanan yang dijajajakan pedagang.

Berbagai jenis makanan yang dijual dari makanan kategori ringan untuk berbuka hingga sayur matang. Makanan berupa jajanan di antaranya seperti gorengan, getuk, donat, sempolan, hingga cimol. Ada pula sayur-sayuran yang dijajakan seperti sayur bening, sayur asem, opor, lodeh, pecel, soto hingga lauk pauk seperti telur botok, ikan laut, dan ayam.

Tentu tidak ketinggalan pilihan minuman yang menyegarkan untuk berbuka puasa juga banyak jenisnya seperti es buah, es cendol, es tebu, dan kolak.

Pedagang yang berjualan menceritakan bahwa waktu bulan Ramadan kali ini lebih ramai dibanding dua kali Ramadan sebelumnya baik banyaknya pedagang maupun pembelinya.

Para pedagang aktif mempersilahkan para pembeli untuk mendekati lapak jualannya masing-masing. Sembari menggoreng gorengan misalnya ada penjual yang memanggil dan mempersilahkan pembeli untuk membeli gorengan yang masih hangat seperti bakwan, mendoan, dan pisang goreng.

Semakin sore terlihat masyarakat terus banyak yang berdatangan, kerap kali warga yang ingin berbelanja sampai kesulitan untuk memarkirkan kendaraannya. Bahkan banyaknya pengunjung hingga menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan macet. Untuk mengurai kemacetan yang terjadi di jalur tersebut petugas lalu lintas dan Dinas Perhubungan Kabupaten Demak sampai harus mengalihkan sementara arus lalu lintas dari Jalan Pertigaan Terminal sampai dengan Perempatan Bhayangkara selama bulan Ramadan tahun 2022. Adapun pengalihan arus dimulai Pukul pukul 15.00 hingga 18.00 WIB.

Sumber: https://www.demakkab.go.id/news/pasar-krempyeng-berubah-jadi-pusat-kuliner-buka-puasa

 

Add Comment